Bangsa Indonesia Masyarakat Madani

Bangsa Indonesia Masyarakat Madani - Lanjut lagi mengenai pengalaman kuliah saya di Universitas Islam N. Bdg. Pelajaran yang di bahas tetap mengenai matakuliah PPKN yang lebih tepatnya mengenai Masyarakat Madani. Materi ini saya simpulkan dari beberapa referensi dan juga dari penjelasan dosen ditambahkan argumen teman dan saya sendiri yang menyatu. Selanjutnya saya ucapkan selamat membaca, semoga dapat bermanfaat.

Masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society), mulai sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang. Implementasinya ialah mampu memberikan jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kecenderungan ini berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain yakni kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian.


Masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan militer yang otoriter. Dalam artian masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan.

Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI, khususnya tugas kekaryaan. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini.

Masyarakat madani atau masyarakat sipil dalam wacana baku ilmu sosial pada dasarnya dipahami sebagai antitesa dari “masyarakat politik” atau negara. Pemikiran itu dapat dilacak dari pendapatnya Hobbes, Locke, Montesquieu, Hegel, Marx, Gramsci dan lain-lain. Pemikiran mengenai masyarakat sipil tumbuh dan berkembang sebagai bentuk koreksi radikal kepada eksistensi negara karena peranannya yang cenderung menjadi alat kapitalisme.

Bangsa Indonesia Masyarakat Madani

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.