Masih Pantaskah Disebut Umat Rasulullah

Kita adalah sekumpulan besar orang yang mengaku umat Rasulullah, tetapi sangat lemah dalam mengamalkan ajaran agama Islam. Kita mengaku muslim namun lebih banyak berpilaku kufur. Kita mengaku mukmin namun jauh lebih banyak bergelimang dosa dan mksiat. Kita mengaku umat Nabi Muhammad Saw, namun yang kita idolakan adalah orang-orang yang memusuhi dan menentangnya. Kita menginginkan syafaatnya di akhirat, tapi kita tidak pernah mengingatnya, apalagi menyebut, mengenang, dan meneladani akhlaknya.

Masih pantaskah kita mengaku-ngaku. Masihkah kita layak berharap selamat di akhirat. Masih kah kita patut berharap syafaatnya kelak. Lihat diri kita, akhlak, pergaulan, pola pikir, cara berpakaian, dan hubungan kita dengan sesama! Agaknya, tak satupun yang dapat kita andalkan sebagai bekal. Kita hanyalah butir-butir debu yang tak berarti, buih-buih lautan yang tak bermakna.

Sekiranya kita tak mengingat kasih sayang Allah yang Maha Luas, selayaknya kita berputus asa, lalu menjerit keras menangisi nasib buruk yang kelak menimpa kita. Namun, kesadaran inilah yang justru mendorong kita, memberanikan diri untuk mengadu kepdanya-Nya.


Duhai Tuhan Yang Maha Suci Engkau, Zat yang telah menetapkan Muhammad sebagai manusia terbaik, dan memerintahkan kami untuk meneladaninya. Segala puji bagi-Mu yang telah menjadikankecintaan kepada beliau sebagai bukti kecintaan kepada-Mu. Tiada Tuhan selain-Mu yang telah menegaskan risalah Muhammad sebagai amanat dan rahmat yang harus dibumikan bagi semesta. Maha Besar dikau yang kelak meminta pertanggung jawaban kami atas amanat-Mu. Kami bersaksi tiada tuhan selain-Mu, dan Muhammad adalah Rasul-Mu. Semoga shalawat dan salam-Mu selalu tercurah kepadanya, yang telah menjadikan kebersamaankepada umat yang mencintainya dan berusaha untuk melakukannya.

Illahi, inilah hari kelahiran kekasih-Mu. Inilah hari yang dimana seluruh umat Islam didunia memperingat, mengenang risah dan perjuangannya. Inilah hari ketika Engkau kembali mengetuk pintu hati kami, mempertanyakan bahkan menggugat seberapa jauh kepedulian dan kecintaan kami kepadanya, seberapa besar niat kami untuk mengamalkan ajaran-Mu yang ia sampaikan.

Maafkan kami, Ya Allah, jika kami selama ini belum bisa menunjukan bukti terbaik. Ampuni kami jika hingga kini kami jauh lebih sering melalaikan dan mengabaikan risalahnya ketimbang meneladaninya. Ampuni kami jika sampai saat ini kami lebih terpesona oleh rayuan-rayuan duniawi, dan nyanyian-nyanyian nafsu, ketimbang oleh keagungan dan keindahan akhlak dan ajaran Nabawi.

Duhai Illahi, Inilah kami dalam kepapaan dan kegelapan hati kami, kami berusaha untuk melekatkan diri kepada-Mu melalui Nabi-Mu. Inilah kami dalam kegersangan dan keterasingan jiwa kami, kami berupaya untuk selalu sempat menunjukan kecintaan dan kepedulian kami kepada Rasul-Mu, meski hanya dengan mengenang Maulidnya, menyebut namanya. Inilah kami dalam kenistaan dan kehinaan posisi kami di hadapan-Mu, kami selalu berusaha untuk tidak pernah lepasmembaca shalawat baginya, walau sering terkecoh oleh ingatan-ingatan lain yang duniawi, nafsuni, dan syaythani.

Ya Rabb, kian berat untuk kami berjalan di atas ajaran-Mu. Kian pekik masalah yang menjerat kami hingga kami kian lemah untuk istiqomah berpijak di atas kebenaran-Mu. Kian canggih rayuan dan godaan yang menari-nari, melambai-lambaikan pesonanyadi depan nafsu hewani kami, hingga kami kiat limbung mempertahankan keimanan dan keyakinan diri. Dan sungguh Engkau lebih tau apa yang kami alami dan rasakan ini, ketimbang kami sendiri.

Duhai, Ar- Rahman… dalam kondisi kami begini, jikalau Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, maka kiat tak berharga kami di hadapan-Mu, kian merugi kami di hari pembalasan-Mu.

Kami pun paham bahwa kehidupan yang Engkau berikan ini tidaklah gratis, melainkan sebuah komitmen yang harus di pertanggungjawabkan. Tapi sungguh, kini kami merasa kian kewalahan menanggungnya. Kerenanya, tolonglah kami dengan kasih sayang-Mu, bantulah kami dengan ridha-Mu, mantapkan hati kami dengan keyakinan-Mu, terangi kami dengan cahaya-Mu, langkahkan kaki kami dengan kekuatan-Mu, dan tuntunlah kami dengan cinta-Mu.

Ya Allah, saksikan kami. Pada hari ini kami berdo’a untuk semua keturunan kami, dengan segala do’a yang dipanjatkan oleh Nabi-Mu untuk putra-putrinya dan putra-putri umatnya. Didiklah mereka seperti telah Kau didik beliau. Perbaikilah akhlak mereka dengan akhlaknya. Jadikan mereka a’ immatan lil muttaqin dan a’ da’ an lil kafirin wa al-zhalimin. Anugrahkan pula kebaikan dan kemuliaan disisi-Mu untuk semua yang membaca tulisan ini. Untuk kebaikan kami, mereka, kedua orangtua, keturunan, keluarga dan kerabat kami.

Ya Allah di sisa-sisa usia kami, anugrahi kami kekuatan dan kemampuan untuk berbuat, berkarya, dan berprestasi lebih dari yang pernah kami lakukan. Beri kami kesabaran untuk mewujudkan cita-cita kebaikan kami pada sesama. Beri kami ketawakalan untuk melihat hasil yang kami capai, kobarkan semangat kami untuk bisa menjadi anfa’ uhum linnas, meraih ridha-Mu. Hidupkan selalu optimisme dalam jiwa, pikiran dan tubuh kami. Jadikan Engkau tetap menjadi tujuan dan kejaran hidup kami. Jangan palingkan kami kepada apa pun selain mementingkan-Mu.

Ya Illahi. Dengan kekuasaan-Mu, dengan izin dan ridha-Mu, dengan cinta dan kasih sayang-Mu, terjadilah kepada kami apa pun yang Kau hendaki

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.