Pengolahan Citra Digital Pembelajaran Yang Mudah Dipahami

Sudah lama tidak membahas mengenai pembelajaran di kampus akhirnya ada juga kesempatan untuk membuka kembali ingatan proses pembelajaran di kelas yang, beuh,,, agak ngaco.

Pembelajaran yang mudah dipahami, bisakah? Memang cukup sulit untuk melaksanakan yang satu ini, manusia itu cenderung ingin bebas, susah deh kalo di ajak ke jalan yang bener walaupun jalan bener itu merupakan satu jalan menuju sukses di dunia. Pembelajaran merupakan proses pematangan pikiran untuk merasakan keindahan yang menggambarkan sifat kemauan dari seseorang, jika mereka ikhlas maka akan banyak manfaat yang akan mereka dapatkan, namun itu semua tidak mudah. Manusia akan diberi ujian, mereka di uji dengan menghadapi kesulitan yang akan menentukan kelayakan mereka mencapai titik keberhasilan.

Ok, cukup kayaknya pembuka bagi pengolahan citra digital ini, untuk selanjutnya mari bahas bersama, apa sih yang akan didapat setelah membaca ini?


pengolahan citra digital (digital image processing)

Citra digital merupakan satu proses yang menyatakan atau menggambarkan sebuah citra dalam bentuk angka yang mewakili aras keabuan (citra hitam putih) serta perbedaan warna. Simpel sekalikan, ya secara umum itu yang terjadi dan yang harus dipahami, karena dengan memahami itu, semuanya mudah.

Dalam melakukan prosesnya pada sebuah aplikasi sebuah citra tidak mungkin selalu berada dalam kondisi sempurna, adakalanya terdapat suatu hal yang mengganjal ketika dilihat, dn ini berhubungan dengan kualitas dari sebuah citra. Oleh karena itu sebagai tambahan dari update (posting) mengenai Pengolahan Citra Digital ini akan dibahas mengenai "perbaikan kualitas citra" (Image Enhancement).

Kita harus mengetahui bahwa salah satu dari sebuah image processing adalah kegagalan karena citra yang dijadikan objek memiliki kualitas yang buruk, mungkin dikarenakan adanya noise pada saat ditransmisikan, atau mungkin terlalu gelap, atau terlalu silau (warna terlalu tajam) atau mungkin dikarenakan kabur, hal itu yang biasanya mengganggu pada sebuah citra. Oleh, karena itu diperlukan sebuah proses perbaikan kualitas.

Terdapat 7 proses yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas citra:
  1. Pengubahan kecerahan gambar (image brightness)
  2. Peregangan kontras (contrast streching)
  3. Pengubahan histogram citra
  4. Pelembutan citra (image smoothing)
  5. Penajaman (sharpening) 
  6. Pewarnaan semu (pseudocolouring)
  7. Pengubahan geometrik
Point 4 dn 5 merupakan sebuah proses operasi filter (penapisan) dengan anggapan konvolusi citra adalah f (x,y) dengan penapis h(x,y):

f'(x,y) = h(x,y)*f(x,y)
atau 
F'(u,v) = h(u,v)F(u,v)

1. Pengubahan kecerahan gambar (image brightness)
Kecerahan gambar dapat diperbaiki dengan menambahkan atau mengurangkan sebuah ketetapan (konstanta) setiap pixel dalm sebuah citra.
f(x,y)' = f(x,y) + c
2. Peregangan kontras (contrast streching)
Kontras merupakan istilah untuk menyatakan kesebaran (seberapa tersebarnya) terang atau gelap dalam sebuah gambar. Terdapat 3 kategori kontras yakni:
Selanjutnya mengenai 3 kategori itu bisa anda cari dengan lihat linknya.
3. Pengubahan histogram citra.
Metode pengubahan cintra berdasarkan histogram ini terdapat 2 bagian:
  • Perataan histogram (histogram equalization).
  • Spesifikasi histogram.
4. Pelembutan citra (image smoothing)
Proses atau metode pelembutan ini berfungsi untuk menekan keberadaan noise pada citra.
5.  Penajaman (sharpening) 
Berbeda dengan proses pada point 4, maka pada proses ini (penajaman) pada pengolahan citra digital adalah menghilangkan bagian citra yang lembut. Proses ini menggunakan HPF yang akan meloloskan atau memperkuat komponen berfrek tinggi, biasanya digunakan hanya dibagian tepi, atau bingkai.
 6. Pewarnaan semu (pseudocolouring)
Proses pemberian warna tertentu pada nilai-nilai pixel skala abu suatu citra berdasarkan pada kriteria tertentu. Mengapa hal ini dilakuakan? Hal ini dapat tercipta karena anugrah Cinta Tuhan yang Maha Esa yang memberikan manusia mata yang dapat menangkap dan membedakan banyak warna.
7. Pengubahan geometrik 
Proses ini hanya dilakukan pada citra yang mengalami gangguan pada saat perekaman citra itu sendiri, proses ini dapat dilakukan dengan translasi atau pergeresan koordinat citra atau perubahan ukuran pada citra.

Mungkin itulah sedikit pengetahuan mengenai pengolahan citra digital dengan pembelajaran yang mudah dipahami untuk yang baru saja mempelajari pengolahan citra digital dengan pembahasan "perbaikan kualitas citra" (Image Enhancement).

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.