Merkuri


Adakah diantara kawan yang mengetahui merkuri? Mungkin kebanyakan dari kita telah sering mendengar kata  merkuri, namun tidak sedikit dari yang pernah mendengar kata merkuri ini mengenal dengan sangat spesifik dari merkuri, maka disini akan dibahas dengan agak panjang ulasan mengenai Merkuri.
Inilah pembahasan mengenai Merkuri selengkapnya:
Merkuri atau raksa (Hg) adalah unsur kimia berbentuk logam yang sangat penting dalam teknologi di abad modern saat ini. Merkuri adalah unsur yang mempunyai nomor atom (NA=80) serta mempunyai massa molekul relatif (MR=200,59).

Dalam Wikipedia kita bisa mengetahui bahwa, Merkuri diberikan simbol kimia Hg karena merupakan singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum yang berarti cairan perak. Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperatur kamar (25°C), titik bekunya paling rendah (-39°C), mempunyai kecenderungan menguap lebih besar, mudah bercampur dengan logam-logam lain menjadi logam campuran (Amalgam/Alloy), juga dapat mengalirkan arus listrik sebagai konduktor baik tegangan arus listrik tinggi maupun tegangan arus listrik rendah sehingga merkuri banyak digunakan dalam laboratorium maupun industri.

Uniknya bentuk kimia merkuri mempunyai pengaruh terhadap pengendapannya. Secara umum ada tiga bentuk merkuri yaitu :

a. Unsur Merkuri (Hg0)
Mempunyai tekanan uap yang tinggi dan sukar larut di dalam air. Pada suhu kamar, kelarutannya kira-kira 60 mg/liter dalam air dan antara 5- 50 mg/liter dalam lipida. Bila ada oksigen, merkuri diasamkan langsung ke dalam bentuk ionik. Uap merkuri hadir dalam bentuk monoatom (Hg). Saluran pernapasan merupakan jalan utama penyerapan unsur raksa dalam bentuk uap.

b. Merkuri Anorganik (Hg2+ dan Hg2 2+)
Di antara dua tahapan pengoksidaan, Hg2+ adalah lebih reaktif. Ia dapat membentuk kompleks dengan ligan organik, terutama golongan sulfurhidril. Contohnya HgCl2 sangat larut dalam air dan sangat toksik, sebaliknya HgCl tidak larut dan kurang toksik.

c. Merkuri Organik
Merkuri organik adalah senyawa merkuri yang terikat dengan satu logam karbon, contohnya metil merkuri. Metil merkuri merupakan merkuri organik yang selalu menjadi perhatian serius dalam toksikologi. Ini karena metil merkuri dapat diserap secara langsung melalui pernapasan dengan kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru. Di dalam darah, 90% dari metil merkuri diserap ke dalam sel darah merah.
Manfaat Merkuri
Pemanfaatan logam merkuri pada saat ini sudah hampir mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dan lingkungan. Selama kurun waktu beberapa tahun, merkuri telah banyak digunakan dalam bidang kedokteran, pertanian, dan industri. Dalam bidang kedokteran gigi misalnya merkuri digunakan sebagai campuran untuk bahan penambal gigi (amalgam), kemudian juga merkuri sebagai bahan untuk cairan Termometer.

Dalam bidang pertanian, merkuri digunakan untuk membunuh jamur sehingga baik digunakan untuk pengawet produk hasil pertanian. Merkuri organik juga digunakan untuk pembasmi hama pada tanaman seperti buah apel dan juga digunakan sebagai pembasmi hama padi.

Dalam bidang industri, terbanyak adalah pabrik alat-alat listrik yang menggunakan lampu-lampu merkuri untuk penerangan jalan raya. Hal ini disebabkan biaya pemasangan dan operasi yang murah dan arus listriknya dapat dialiri dengan voltase yang tinggi. Merkuri juga digunakan pada pembuatan baterai, karena baterai dengan bahan yang mengandung merkuri dapat tahan lama dan tahan terhadap kelembapan yang tinggi. Kemudian merkuri juga dipergunakan dalam industri cat sebagai salah satu bahan untuk membuat cat.

Dampak Merkuri Bagi Lingkungan dan Manusia
Kadar merkuri yang tinggi pada lingkungan perairan umumnya diakibatkan oleh buangan industri (industrial wastes) dan akibat sampingan dari penggunaan senyawa-senyawa merkuri di bidang pertanian. Merkuri dapat berada dalam bentuk metal, senyawa-senyawa anorganik dan senyawa organic.

Dalam hal kasus di propinsi Kalimantan Barat, sebagian besar merkuri yang terdapat di perairan adalah karena akibat dari Illegal Minning (Pertambangan Tanpa Izin). Para penambang liar umumnya menggunakan unsur merkuri untuk mengikat logam emas. Hasil buangan atau limbah dari penambangan liar tersebut masuk ke sungai atau perairan dan membawa serta merkuri kedalam sungai atau badan air.

Telah lama diketahui bahwa merkuri dan turunannya sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat mengakibatkan kerugian pada manusia karena sifatnya yang mudah larut dan terikat dalam jaringan tubuh organisme air.

Pengaruh toksisitas merkuri terhadap ikan dan biota perairan dapat bersifat lethal dan sublethal. Pengaruh lethal disebabkan gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh, menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk perkembangbiakan, pertumbuhan dan sebagainya.

Selain itu pencemaran perairan oleh merkuri mempunyai pengaruh terhadap ekosistem setempat yang disebabkan oleh sifatnya yang stabil dalam sedimen, kelarutannya yang rendah dalam air dan kemudahannya diserap dan terkumpul dalam jaringan tubuh organisme air, baik melalui proses bioaccumulation maupun biomagnification yaitu melalui food chain.

Merkuri yang dapat diakumulasi adalah merkuri yang berbentuk methyl merkuri (CH3Hg), yang mana dapat diakumulasi oleh ikan, dan juga merupakan racun bagi manusia.

Merkuri selain mempunyai manfaat yang besar juga mempunyai dampak yang negatif terhadap manusia dan alam. Merkuri merupakan logam yang sangat beracun dan berbahaya terhadap organisme, dalam penggunaan atau aktivitas tertentu merkuri akan disebarkan ke lingkungan baik berupa bahan pertanian, obat-obatan, cat, kertas, pertambangan serta sisa buangan industri.

Semua bentuk merkuri, baik dalam bentuk unsur, gas maupun dalam bentuk garam merkuri organik adalah beracun. Sehingga untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan terjadi kepada manusia dan lingkungan maka merkuri sebaiknya digunakan dengan bijaksana karena penggunaan merkuri dengan bijak akan meminimalisir dampak yang bisa diakibatkan oleh merkuri tersebut, kemudian apabila merkuri tersebut akan dibuang ke lingkungan seharusnya konsentrasi merkuri tidak melebihi ambang batas yang bisa diterima oleh lingkungan.

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.