Harga Pertamax Pertamina Rp 9.250, Kok Bisa?

Kaget saya pas mau beli pertamax, maklum dah lama ga menggunakan pertamax. Dan kalau harga pertamax pertamina mencapai Rp 9.250 meningan nggak jadi deh, Mahal! Saya heran kok bisa ya…? Xixixi…

Program pemerintah mengenai konversi pengguna premium ke pertamax untuk warganya yang mampu kayaknya mulai tersendat.

Walaupun terhitung ditujukan untuk orang-orang menengah atas namun jika harga pertamax mencapai Rp 9.250 (update 15 mei 2011) maka bukan tidak mungkin mereka kembali membeli bbm bersubsidi alias premium yang harganya 100% lebih murah.

Mungkin ada yang masih berani membeli bbm beroktan 92 (pertamax) ini, namun kayaknya tidak sebanyak sebelum harga pertamax naik. Karena banyak juga dari mereka warga yang berekonomi menengah atas malah membeli premium. Terbukti dengan antrean yang panjang ditempat pengisian bbm premium.

Informasi pentingnya bahwa ada perbedaan harga antara penjual produk pertamax di Indonesia. Hmmm… kok bisa terjadi ya? Diketahui dari beberapa sumber bahwa harga jual dari pertamax perusahaan shell adalah Rp 9.025 yang artinya terdapat perbedaan harga Rp 200.

Masalahnya kok harga ini bisa berbeda? Padahal barangnya pun sama yakni pertamax beroktan 92. Dan mesti diketahui bahwa pertamax adalah bahan bakar yang non-subsidi alias harga asli.

Yang mesti ditanyakan adalah mengapa harga pertamax dari perusahaan pertamina lebih mahal dari perusahaan shell? Apa yang terjadi? Apakah ada system ambil untung yang lebih besar dari pertamina? Ingat bahwa shell adalah perusahaan swasta luar negeri dan mereka bisa menjual dengan harga yang lebih murah. Padahal seharusnya barang dari pemerintahlah yang lebih murah dari pada swasta.

Kunjungi artikel lengkap lainnya di: Islam Akidahku dan Sains Teknologi

1 comments:

  1. Kalo begitu meningan beli premium aja, mahal kan? kalo mau produk shell aja :D

    BalasHapus

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.