Permasalahan Alat-alat Elektronik

Permasalahan Alat-alat Elektronik
Kadmium adalah salah satu unsur kimia yang terdapat dalam table periodik yang dikenal dengan lambang Cd dan mempunyai nomer atom 48. Ditemukan oleh Stromeyer di tahun 1817 dari impurities (pengotor) dalam seng karbonat. Kadmium selalu ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam bijih-bijih seng, seperti sphalerite(ZnS). Greenokcite (CdS) merupakan mineral satu-satunya yang mengandung kadmium.

Hampir semua kadmium diambil sebagai hasil produksi dalam persiapan bijih-bijih seng, tembaga dan timbal. Unsur ini lunak, logam berwarna putih kebiru-biruan yang dapat dengan mudah dipotong dengan pisau. Cadmium ini mempunyai sifat hampir mirip dengan sifat logam seng. 

Uap dari kadmium sangat berbahaya bagi manusia karena titik cair yang sangat rendah. Kadmium merupakan komponen campuran logam yang memiliki titik cair terendah. Unsur ini digunakan dalam campuran logam poros dengan koefisien gesek yang rendah dan tahan lama. Ia juga banyak digunakan dalam aplikasi sepuhan listrik (electroplating). Kadmium digunakan pula dalam pembuatan solder, baterai Ni-Cd, dan sebagai penjaga reaksi nuklir fisi. Senyawa kadmium digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau dalam TV bewarna. Sulfat merupakan garamnya yang paling banyak ditemukan dan sulfidanya memiliki pigmen kuning. Kadmium dan solusi senyawa-senyawanya sangat beracun. 

Kadmium sangat berbahaya karena merupakan salah satu logam berat yang berbahaya dan elemen ini beresiko tinggi terhadap pembulu darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya pada organ hati dan pada ginjal. Secara prinsip pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru – paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium yang ada di alam berada di bawah 1 ppm tetapi angka tertinggi.

Setelah diketahui salah satu unsur yang menjadi masalah dari alat elektronik, berikut ini akan dijelaskan unsur-unsur lain yang membahayakan yang terdapat dalam alat-alat elektronik:
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. 

Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Kebanyakan pengguna hand-phone mestilah telah mengetahui tentang adanya radiasi pancaran sinyal radio – jenis “non-ionizing radiation” – dari antena telepon selular yang diduga dapat menjadi gangguan yang membahayakan kesehatan jaringan otak pemakai hp, walau sejauh ini efek bahaya yang sesungguhnya masih merupakan kontroversi dan masih terus dalam penelitian yang mendalam.

Namun adanya bahaya lain yang lebih serius karena cakupan efeknya yang lebih luas dari pada sekedar bahaya bagi kalangan pengguna telepon selular saja agaknya belum menjadi beban pemikiran kebanyakan pengguna hand-phone, yakni bahaya pencemaran lingkungan yang diakibatkan akumulasi material sampah dari komponen perangkat hand-phone dan dibuang begitu saja jika telah usang . Timbunan komponen logam beracun – timbal ( lead ) , mercury, dll – serta plastik yang terdapat dalam sampah telepon seluler kini tengah mengintai menjadi bahaya serius yang dapat menggerogoti kelestarian lingkungan hidup manusia.

Telepon seluler memang hanyalah salah satu dari sekian perangkat elektronik rumah tangga masa kini yang timbunan sampahnya dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sampah barang elektronik seperti ; batere, pesawat TV, Video recorder, komputer, maupun PDA-Personal Digital Assistant atau “komputer saku” pun mengandung komponen yang terbuat dari material logam dan plastik, yang jika sampahnya ditimbun terus menerus dan tidak diproses dengan seksama dapat merupakan ancaman serius bagi lingkungan hidup manusia.

Pemikiran agar dunia industri barang elektronik dapat menghasilkan produk yang lebih ramah terhadap lingkungan di Eropa dengan menerapkan konsep daur ulang (re-cycle) masih tengah dipersiapkan guna dapat diterapkan pada tahun 2004 y.a.d.

Negera Jepang malah telah selangkah lebih maju ketika sejak awal April 2000 y.l. telah mewajibkan kalangan produsen elektronik (TV, lemari es, AC, dll ) untuk menambahkan proses re-cycling di setiap pabrik sebelum barang elektronik yang usang boleh diafkir menjadi buangan sampah. Ketentuan di Jepang metetapkan bahwa proses daur ulang guna dapat diolah kembali menjadi komponen pada produksi barang yang baru – nilainya bervariasi antara 50% – 60% dari bobot setiap produk. Jika diuangkan jumlah itu setara dengan tambahan ongkos produksi senilai AS $ 18 – 36 per unit produk.

Salah satu negara di Eropa yang telah mewaspadai mengenai ancaman sampah elektronik dari material bagi lingkungan hidup adalah Jerman. Menurut data statistik Uni Eropa tahun 2001 y.l. untuk negara Jerman saja setiap tahunnya akan mendapati sekitar 2 juta ton sampah elektronik yang sementara ini baru hanya 10% dari total jumlah itu menjalani proses daur ulang dengan upaya sortir. Sebanyak 90% sisanya ditimbun berupa land-fill – semacam bahan urugan tanah- ataupun diproses dalam instalasi pemrosesan pembakaran sebelum dibuang sebagai sampah.

Percepatan yang terbilang luar biasa akumulasi sampah elektronik tergambarkan dari pengguna telepon seluler di seluruh dunia tahun 1999 adalah sekitar 480 juta, dan jumlahnya akan membengkak menjadi 1 milyar pada tahun 2003 y.a.d. Dengan mengasumsikan bahwa usia pakai produk antara 1 -2 tahun, maka diperkirakan akan terdapat 500 juta perangkat telepon seluler yang setiap tahunnya akan dibuang ke tempat sampah. Sebuah unit perangkat hand-phone dengan komponen dari material timbal ( lead ), tembaga, dan logam mercury secara satuan hitungannya mungkin terbilang kecil, namun dengan memperhitungkan jumlah keseluruhan perangkat telepon seluler berupa timbunan sampah yang berjuta ton tentunya memang menjadi ancaman yang serius bagi kelestarian lingkungan hidup di seluruh dunia.

Lapisan ozon adalah lapisan yang terdapat di kulit bumi bagian Stratosfer. Terdiri dari molekul-molekul Ozon (O3). Lapisan ini berada pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Lapisan ozon dapat berfungsi sebagai penghalang hampir semua sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Sinar ultraviolet adalah sinar yang dipancarkan matahari dengan energi yang cukup tinggi. Maka apabila lapisan ozon semakin tipis, praktis akan mengakibatkan semakin besarnya radiasi sinar ultraviolet yang jatuh ke permukaan bumi dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan juga kesehatan.

Akibat paling buruk pada lingkungan adalah terjadinya perubahan suhu secara global (global warming). Dimana gunung-gunung es di kutub utara akan mencair mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Lambat laun daratan di bumi pun akan tenggelam. Radiasi sinar ultraviolet juga akan berpengaruh pada kesehatan manusia. Seperti timbulnya penyakit kanker kulit, katarak, dan pelemahan sistem daya tahan tubuh. 

Zat- zat pencemar udara yang sangat berperan dalam proses penipisan lapisan ozon dikenal dengan ODS (Ozone Depleting Substances) diantaranya; Chlorofluorocarbons (CFCs), Hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), Halons, Methyl Bromide, Carbon Tetrachloride, dan Methyl Chloroform. 

Zat-zat perusak ozon tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan pendingin, foaming agents, fire extinguishers pada pemadam kebakaran, pestisida, dan aerosol propellants. 

Diantara zat-zat pencemar udara tadi, CFC merupakan aktor utama penipisan lapisan ozon. CFC atau Freon banyak digunakan sebagai bahan pendingin, antara lain digunakan pada air conditioner (AC) dan kulkas.

Di udara, CFC dan zat-zat ODS terdegradasi dengan sangat lambat. Bentuk utuh mereka dapat bertahan sampai bertahun-tahun dan mereka bergerak melampaui Troposfer dan mencapai Stratosfer. Di Stratosfer, akibat intensitas sinar ultraviolet matahari, mereka akan pecah dan melepaskan molekul chlorine dan bromine.
Kedua molekul ini terdapat pada zat-zat ODS dan merupakan unsur yang dapat merusak lapisan ozon. Para peneliti memperkirakan satu atom chlorine dapat merusak 100.000 molekul ozon.
Dengan demikian masalah yang ditimbulkan dari alat-alat elektronik adalah:
1. Banyaknya limbah yang susah mereduksinya
2. Penipisan lapisan ozon
3. Menimbulkan unsur kimia yang membahayakan
4. Global warming

Kunjungi artikel lengkap lainnya di: Islam Akidahku dan Sains Teknologi
Dan juga anda bisa baca artikel serta mendapatkan informasi lainnya di:

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berikan Saran dan Kritiknya, untuk kemajuan blog dan kenyamanan bersama.